Berita

Letusan Gunung Ruang di Sulawesi Utara Memaksa Evakuasi dan Penutupan Bandara

162
×

Letusan Gunung Ruang di Sulawesi Utara Memaksa Evakuasi dan Penutupan Bandara

Sebarkan artikel ini

Lebih dari 800 orang dievakuasi dari daerah tersebut, dan pihak berwenang semakin memperluas zona evakuasi setelah badan vulkanologi menaikkan status waspada.

JAKARTA (18/4/2024), TERBITTOP.ID — Pemerintah menutup bandara provinsi dan mengevakuasi ratusan orang dari sekitar gunung berapi Ruang, setelah gunung itu mengeluarkan semburan lava, batu, dan abu selama berhari-hari, kata para pejabat pada Kamis (18/4/2024). Selain itu diberlakukan juga kewaspadaan tertinggi terkait letusan tersebut.

Letusan dramatis gunung berapi di sebuah pulau terpencil di provinsi Sulawesi Utara pada Rabu melontarkan kolom lava berwarna merah menyala, batu pijar, dan abu sejauh tiga kilometer ke langit. Kilatan petir berwarna ungu membelah langit di atas gunung berapi yang sedang meletus, berdasarkan video yang dipantau di media sosial.

“Kami lari,” kata salah satu saksi yang merekam letusan sambil berusaha mengungsi. “Kami melarikan diri karena abunya semakin dekat.”

Lebih dari 800 orang dievakuasi dari daerah tersebut, dan pihak berwenang semakin memperluas zona evakuasi setelah badan vulkanologi menaikkan status waspada.

“Potensi letusan lebih lanjut masih tinggi, jadi kita harus tetap waspada,” kata pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Heruningtyas Desi Purnamasari, kepada wartawan pada Kamis, seraya menyatakan peningkatan aktivitas gunung berapi yang pesat. Badan tersebut juga menerima laporan bahwa batu dan abu yang berjatuhan merusak rumah-rumah dan memaksa dilakukan dievakuasi.

Otoritas transportasi menutup bandara di ibu kota provinsi Manado untuk melindungi dari hujan abu letusan.
Maskapai Air Asia membatalkan penerbangan dengan sembilan bandara di Malaysia Timur dan Brunei setelah otoritas penerbangan memperingatkan adanya ancaman keselamatan.

Para pejabat telah menutup area seluas enam kilometer di sekitar gunung berapi dan mengevakuasi lebih banyak penduduk, beberapa dari pulau tetangga Tagulandang, kata Abdul Muhari, juru bicara badan mitigasi bencana.
Sekitar 1.500 dari mereka yang berada di daerah berisiko tinggi perlu segera dievakuasi, tambahnya, sementara hampir 12.000 lainnya akan terkena dampaknya.

Para pejabat juga telah memperingatkan adanya risiko tsunami jika sebagian gunung runtuh dan tenggelam ke laut di bawahnya. Sekitar 400 orang tewas dalam tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung berapi sebelumnya pada tahun 1871. (TOP-1/Reuters)