JAKARTA (31/3/2024), TERBITTOP.ID — Musim panas sudah tiba dan saat tubuh kita menyesuaikan diri dengan suhu yang lebih hangat, penting untuk mengonsumsi makanan yang mendukung transisi ini dan menjaga tubuh tetap sejuk. Hidrasi menjadi lebih penting selama musim panas karena tubuh kita terus-menerus kehilangan air melalui keringat dan kekurangan cairan, dapat menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan panas seperti sengatan panas dan dehidrasi.
Jadi, sebelum kita mulai mendambakan minuman manis dan es krim untuk mengatasi panas terik, penting untuk menyusun strategi menjaga hidrasi untuk tingkat energi dan kesejahteraan yang optimal.
Bulan-bulan musim panas ideal untuk mencapai tujuan penurunan berat badan karena metabolisme tubuh lebih tinggi, dan seseorang tidak mendambakan makanan berkalori tinggi seperti yang terjadi di musim dingin. Dengan nafsu makan yang sedikit menurun dan ketersediaan banyak buah-buahan dan sayuran yang menghidrasi, seseorang dapat memanfaatkan musim panas untuk menurunkan berat badan. Yang harus Anda lakukan adalah menghindari godaan manis.
Air kelapa termasuk minuman rendah kalori yang dapat menghidrasi Anda, tanpa menyebabkan lonjakan gula. Selain itu juga membantu meningkatkan metabolisme dan membuat Anda kenyang lebih lama. Mari kita bahas bagaimana minuman kaya elektrolit yang luar biasa ini dapat mendukung perjalanan penurunan berat badan Anda sekaligus memberikan dorongan besar bagi kesehatan Anda secara keseluruhan.
Meskipun air kelapa saja tidak secara langsung menyebabkan penurunan berat badan, air kelapa dapat menjadi bagian dari rencana pengelolaan berat badan yang sehat, kata Dr Rituja Ugalmugle, Konsultan Dokter, Rumah Sakit Wockhardt, di Mumbai, Minggu (31/3/2024).
Air Kelapa dan Penurunan Berat Badan
Dr Ugalmugle mencantumkan enam cara berbasis bukti, bahwa mengonsumsi air kelapa dapat mendukung penurunan berat badan:
1. Hidrasi: Tetap terhidrasi sangat penting, untuk menurunkan berat badan karena dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi nafsu makan. Air kelapa adalah cara alami dan menyegarkan untuk tetap terhidrasi, karena kandungan air dan komposisi elektrolitnya yang tinggi.
2. Rendah kalori: Dibandingkan dengan minuman manis lainnya seperti soda atau jus buah, air kelapa relatif rendah kalori. Rata-rata, satu porsi 8 ons (240 mililiter) air kelapa mengandung sekitar 45-60 kalori, tergantung merek dan gula tambahannya. Memilih air kelapa sebagai pengganti minuman berkalori tinggi dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, sehingga mendukung upaya penurunan berat badan.
3. Kaya nutrisi: Air kelapa mengandung nutrisi penting seperti potasium, magnesium, kalsium, dan vitamin C. Nutrisi ini penting untuk kesehatan secara keseluruhan dan dapat mendukung metabolisme dan produksi energi, yang merupakan faktor kunci dalam pengelolaan berat badan.
4. Keseimbangan elektrolit alami: Air kelapa merupakan sumber elektrolit alami yang penting untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Keseimbangan elektrolit yang tepat dapat mendukung tingkat hidrasi optimal selama berolahraga, membantu meningkatkan kinerja fisik dan berpotensi membantu penurunan berat badan.
5. Dapat mengurangi nafsu makan: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air kelapa mungkin memiliki efek menekan nafsu makan. Minum air kelapa sebelum makan dapat membantu Anda merasa lebih kenyang dan mengonsumsi lebih sedikit kalori secara keseluruhan, sehingga dapat berkontribusi pada penurunan berat badan seiring berjalannya waktu.
6. Pemulihan pascaolahraga: Air kelapa sering disebut-sebut sebagai minuman olahraga alami karena kandungan elektrolitnya. Mengonsumsi air kelapa setelah berolahraga dapat membantu mengisi kembali elektrolit yang hilang melalui keringat dan mempercepat pemulihan, mendukung rutinitas olahraga yang konsisten yang penting untuk pengelolaan berat badan.
Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun air kelapa dapat menjadi tambahan yang sehat untuk rencana penurunan berat badan, air kelapa harus dikonsumsi dalam jumlah sedang sebagai bagian dari diet seimbang. (TOP-1/HINDUSTAN TIMES)
